Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 668 X

Memelihara Niat

 Selama ini kita telah disibukan oleh urusan dunia. Seperti meningkatkan bisnis dan jenjang karir. Sehingga kita cenderung mau melakukan sesuatu bila ada imbalannya saja, seperti uang atau promosi jabatan. Kecintaan terhadap dunia membuat kita melupakan kemurnian niat yang ikhlas. Niat yang benar menghasilkan amal yang benar.Niat yang buruk menghasilkan perbuatan buruk. Berikut ini hal-hal yang sekiranya dapat diperhatikan untuk menjaga niat. 

1.     Menjaga Niat Selama Hidup
Untuk berniat baik saja adalah hal yang mudah. Namun menjaga niat itu tetap baik adalah perkara yang sulit. Niat baik yang sudah dilakukan secara ikhlas mesti dipelihara agar tidak bocor sepanjang hidup. Bila bocor, amal itu berubah menjadi busuk atau menghilang. 

2.     Introspeksi Tentang Niat
Periksa apakah ibadah yang Anda lakukan sudah 100% karena Allah. Bila sudah, harus dijaga terus menerus keikhlasannya agar tidak ada perubahan di tengah perjalanan ke akhirat. Jangan sampai niatnya menjadi shaleh, kemudian berubah menjadi amal salah. Contoh:    - SedekahSeseorang dengan ikhlas memberikan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Awalnya dia ikhlas bersedekah, karena Allah dan hanya mengharap ridho Allah. Tetapi, begitu melihat banyaknya orang yang datang meminta bantuan kepadanya, timbul perasaan riya, dan merasa dirinya dibutuhkan orang-orang tersebut. Akhirnya telinganya mengarah ke lidah orang-orang yang datang untuk menanti pujian mereka. 
- Pejabat
Melakukan sumpah jabatan di atas kepalanya ada Al-Qur’an. Sumpahnya sudah benar, dan bila jabatan yang dia dapatkan dijalankan dengan jujur, tentu akan menjadi amal shaleh. Namun sebaliknya, bila setelah menjabat justru melupakan sumpahnya, bahkan melanggar sumpah yang telah ia lakukan, tentu amal yang mestinya shaleh menjadi salah.Seorang  ustadz - Seorang  ustadzSejak belajar berniat baik, ia ikhlas untuk berdakwah. Tetapi ketika sudah mulai terkenal dan diberi kekayaan, dia menjadi lupa diri. Dakwahnya bukan lagi karena Allah, tetapi karena pesanan yang membayarnya. Dan dia mau mengkafirkan yang tidak kafir, dibayar untuk menyebar kebohongan agama demi politik semata. Maka, rusaklah niatnya. 

3.     Ikhlas Niat
Amal shaleh dilakukan demi Allah, karena Allah, dan untuk Allah. Sedekah yang tulus menjadi asuransi jaminan hidup selamanya. Niat baik hasil perbuatannya pun baik. Niat buruk hasil perbuatannya pun buruk. Perumpamaan tersebut dapat dilihat di bagan bawah ini.     

    Niat -----> Perbuatan -----> Kebiasaan -----> Kepribadian 

Hubungan niat dan perbuatan seperti hubungan badan dan ruh. Tidak dapat dipisahkan. Jadi, bagaimana niat kita selama ini? Apakah niat kita sudah bersih dan ikhlas? Semoga dengan membaca artikel ini, dapat menyadarkan kita untuk kembali memperbaiki niat kita.
  

Kolom Komentar