Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 513 X

Arti Kehidupan (2)

Arti Kehidupan (2)

Halo sahabat prayers! Semoga lindungan dan rahmat Allah SWT selalu menaungi diri kalian semua di setiap tempat dan waktu. Sahabat, dalam hidup ini kita dituntut untuk selalu menerka dan mengira apa sesungguhnya arti kehidupan ini? Sebenarnya, kalimat menerka dan mengira pun hanya berlaku bagi mereka yang belum menemukan arti dari kehidupan itu sendiri.

Sang Pencipta sekaligus Pemilik kehidupan ini sudah memberi tau kita semua bahwa selain adanya siklus pasang surut dalam segala dimensi kehidupan ini, (silahkan baca Arti Kehidupan bag.1) Dia tidak menciptakan kebahagiaan berupa kepuasan hawa nafsu di dunia ini.

Namun, kenapa kita masih membodohi diri kita sendiri dengan mencari kepuasan yang tak pernah teraih itu? Seperti mendatangi tempat maksiat, pesta seks dan narkoba, tawuran, melakukan aksi korupsi, merampok, mencuri dan lain-lain. Bukankah tidak ada kesenangan dan kepuasan di sana? Melainkan yang ada hanya keletihan, kepedihan yang berakhir pada penyesalan?

Sahabat, kalau pun memang ada kesenangan dan kepuasan dalam semua hal itu, tidak lebih dari hanya kesenangan yang semu kemudian berlalu begitu saja, bahkan menyisahkan penyesalan yang berkepanjangan. Penampakan fatamorgana dan bukan kesenangan yang berada dibawah koridor-Nya. Ingat! Kita hidup tidak hanya di alam dunia ini saja. Perjalanan kita sesungguhnya sangat panjang!

Hidup di dunia ini bukan untuk hura-hura dan foya-foya yang tak berarti, bentuk kesenangan didalamnya benar-benar semu. Allah SWT sebagai pencipta kehidupan ini dengan Rahman dan Rahim-Nya telah mengingatkan kita tentang hal ini, bahwa: “….. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu” (QS. Al-Hadid: 20)

Sebenarnya tujuan dari hidup di alam dunia ini hanyalah untuk meraih cinta dan ridho Allah SWT serta menyelamatkan diri dari murka-Nya. Seharusnya kehidupan dunia ini kita jadikan lahan, tempat untuk menanam tanpa mengharapkan didalamnya ada sesuatu yang dapat kita hasilkan. Mengapa demikian? Karena pada hakikatnya, hasil dari tanaman di dunia itu hanya mampu kita saksikan di kehidupan akherat kelak.

Sahabat, dunia diciptakan dan diisi oleh-Nya dengan segala macam fasilitas yang ada, diprioritaskan untuk kepentingan umat manusia. Makhluk teragung di jagad semesta yang menyimpan unsur malaikat dan iblis sekaligus dalam dirinya. Dan keberadaan manusia yang hidup di dunia ini adalah untuk belajar mengenal Allah SWT selaku Sang Maha Pencipta dan mencintai-Nya.

Oleh karena itu, Allah SWT sejak awal penciptaan sampai kehidupan selanjutnya, sudah dan akan selalu melakukan ujian keimanan pada mereka. Sebagaimana fiman-Nya: ”Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji? Dan sungguh Kami telah menguji  orang-orang sebelum mereka, maka sungguh Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sungguh Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al-Ankabut: 2-3).

Akhirnya sahabat prayers, mari bersama-sama kita terus saling mengingatkan bahwa hidup di dunia bukanlah akhir dari segalanya, sehingga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berhasil meraih cinta-Nya. Dan jangan lupa, tetap menjaga doa antar sesama!

 

Kolom Komentar