Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 538 X

Arti Kehidupan (3-Selesai)

Arti Kehidupan (3-Selesai)

Halo sahabat prayers! Sudahkah sahabat semua menemukan arti kehidupan kalian? Jika sudah, bersyukurlah, karena seharusnya sahabat sudah tidak khawatir dan merasa takut lagi dalam menjalani kehidupan ini. Namun, jika belum, jangan pernah letih untuk selalu belajar dan bersabar untuk menemukan arti kehidupan sahabat sekalian.

Setelah pada dua pembahasan sebelumnya (silahkan baca Arti Kehidupan bag. 1 dan 2) dijelaskan bahwa kehidupan ini selalu ada perputaran roda nasib, pasang surut hidup dan dunia bukanlah tempat untuk bermain-main, foya-foya, dan bercanda, melainkan ladang untuk menanam kebaikan sebanyak-banyaknya, maka selain itu semua, yang harus diketahui dan diperhatikan oleh sahabat prayers adalah kenyataan bahwa kehidupan adalah lembaran ujian

  Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan penjelasan bahwa kehidupan adalah lembaran ujian, sebagaimana firman Allah SWT berikut: ”Dan sungguh Kami akan menguji  kamu dengan sesuatu intimidasi, ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bertahan dan tabah”. (QS. Al-Baqarah: 155).

Allah SWT dengan sangat gamblang telah memberi tau kita semua sebagai manusia bahwasannya teman sejati kehidupan adalah ujian. Artinya, seseorang tidak bisa dikatakan hidup jika ia belum mengakui keberadaan ujian bersamanya. Dan yang lebih menarik lagi, Dia telah menggambarkan beberapa contoh ujian yang nantinya pasti dan akan selalu mengikuti kita umat manusia. Bersabarlah wahai sahabat prayers, karena kabar gembira dari Allah SWT akan datang kepada kalian semua hanya jika kalian bersabar.

Nah, ujian kehidupan adalah keinginan dan rencana Allah SWT. Kita sebagai makhluk-Nya harus mau dan siap mengikuti keinginan-Nya. Namun, bukan berarti kita tidak memiliki pilihan dalam hidup. Tetap ada, hanya saja Dia Maha Mengetahui apa pemberian yang terbaik untuk ciptaan-Nya. Jika kita masih berfikir negatif kepada Sang Pencipta, ketahuilah bahwa dihidupkannya kita semua saat ini merupakan anugerah besar yang seharusnya kita mampu mensyukurinya.

Orang-orang yang sedang terjajah hawa nafsunya mengira, bahwa dunia ini adalah tempatnya kesenangan dan kepuasaan. Tetapi, hakikatnya tidak ada kesenangan nyata di dunia ini, melainkan hanya ujian dan cobaan yang abadi menemani kehidupan kita sebagai manusia. Oleh karena itu, surga hanya diperuntukkan oleh hamba-hamba-Nya yang mampu menjaga hawa nafsunya, membersihkan hati dan jiwanya serta sadar akan wajah lain kehidupan yang bernama ujian tersebut.

Allah SWT pun telah memberi tau pula bahwa salah satu syarat wajib bagi manusia untuk memasuki surga-Nya adalah ujian: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata: ‘Kapankah datang pertolongan Allah? Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (QS. Al-Baqarah: 214)

Seseorang yang hanya menuruti keinginannya, ia hanya akan selalu mengejar fatamorgana. Allah SWT yang menguasai hari pembalasan (Maliki Yaumiddin)  telah menyediakan  pengadilan yang sangat adil. Segala kasus yang tidak adil di dunia tempat kezhaliman merajalela akan ditangani sendiri oleh Penguasa Mutlak, Allah SWT.

Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman:

Wahai hamba-Ku

Aku berkeinginan, engkau pun berkeinginan

Yang pasti terjadi hanyalah keinginan-Ku

Jika engkau ikuti keinginan-Ku

Akan Ku-berikan apapun yang engkau inginkan

(Sebagian besar kelak di surga)

Jika tidak kau turuti keinginan-Ku

Akan Ku-letihkan engkau mengejar keinginanmu

Selagi nyawa masih di raga, marilah kita menanam  apapun yang bermanfaat bagi diri kita, keluarga, kerabat, tetangga, agama, bangsa dan negara. Karena hanya di dunia inilah kesempatan kita untuk  menanam, dan di alam  kekal yang tanpa waktu kita akan menuai. Maka, semua dari kita harus ridha atas apapun yang menimpa diri kita. Kepahitan yang kita telan merupakan obat yang akan membahagiakan di masa depan. Kemanisan yang kita telan, belum tentu menyenangkan masa depan. Karena kita manusia tidak dapat menerka sebab akibat yang ghaib.

Akhirnya sahabat prayers, marilah kita serahkan saja semua urusan kepada-Nya, karena segala hal yang pahit dan manis di dunia akan berlalu. Selamat berkarya, selamat beramal, semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk serta ampunan bagi kita. Teruslah berdoa kepada-Nya!

Kolom Komentar