Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 100 X

Nafsu

Asalamualaikum, sahabat prayers
Sahabat prayers, Bila kita menanggalkan pakaian dunia dan tunduk kepada Allah, maka kita akan memahami dan menyadari dari Allah, dengan Allah dan tentang Allah.

1.        Dari Allah – wahyu dan akal.
2.        Maka kita berjalan dengan Allah, hidup selalu bersama Allah.
3.        Ma’rifat selalu Nampak tentang Allah dan bayang-bayang Allah bersama kita.

Apapun kebaikan yang kita lakukan, itu merupakan perpanjangan tangan Allah. Allah menyayangi ummat Nabi Muhammad SAW. Ummat-ummat terdahulu , misalnya ummat Nabi Luth, Nabi Nuh dan lain-lain yang membangkang diazab oleh Allah.
Namun, ummat Nabi Muhammad SAW kini melakukan kejahatan serupa mereka tetapi tidak diazab, karena ditanggung Nabi maka tidak diazab, diberi waktu (kesempatan) untuk bertaubat.

Bila diibaratkan lilin, maka:
·        Allah SWT sebagai nuur yang merupakan sumber cahaya.
·        Rasulullah sebagai sumbu yang merupakan penghubung cahaya.
·        Hamba Allah/ Ahli Allah sebagai lilin yang merupakan pengntar cahaya (nafsu meleleh).

Ketiganya mesti digabungkan dan menyatu. Lilin meleleh kesakitan, tetapi terang dan tenang. Ahli Allah terbakar habis oleh api cinta, tetapi dia senang, ahli Allah rela menjadi lilin.
Bila nafsu kita yang menonjol, kita tidak bisa menjadi lilin. Jadi, mesti ruh yang harus kita tonjolkan.  Yang meleleh itu nafsu, kita hilangkan nafsu.
Nabi Ibrahim AS tidak mempan dibakar karena sudah tidak merasa berbadan

Nafsu itu kebinatangan, tidak mengenal diri sendiri, bikin sombong dan sadis.
Akal adalah perangkap untuk menangkap nafsu itu.
Diri kita adalah medan perang untuk menangkap binatang nafsu.
Sudah waktunya mendekati Allah, dunia akan tamat dan sandiwara selesai.  

Kolom Komentar