Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 213 X

Taqwa

Berkata seorang Imam Besar: “Tidak mungkin seseorang dapat mencapai kemanusiaan yang adil dan beradab tanpa ketaqwaan.”

Taqwa ialah menjaga diri dari pelanggaran perintah-perintah Allah yang Maha suci, dan dari larangan-Nya, agar mendapat ridho-Nya.

Jiwa yang berlumuran lumpur maksiat dan segala yang haram kehilangan perikemanusiaannya, dan terhambat perjalanan menuju kepada yang Maha suci

Beberapa penjagaan taqwa:
1.       Taqwa umum, ialah menjaga diri dari segala yang haram.
2.       Taqwa khusus, ialah menjaga diri dari yang tidak jelas halal dan haramnya (syubhat), hal-hal yang diragukan kehalalannya.
3.       Taqwa  zahidin, ialah menjaga diri agar tidak mencintai dunia. Karena cinta itu membuat gila, dan gila pada dunia berujung ke penjara dan neraka. 4.       Taqwa muhlisin, ialah menjaga diri dari keakuan, bangga diri, dan mencintai diri berlebihan..

Firman suci surat Hud ayat 112:
“Bersikap luruslah (jujur dan adil) sebagaimana engkau diperintahkan. …”

Ketahuilah saudaraku yang dimuliakan Allah, bahwa penyakit bathin (ruh) lebih pedih daripada penyakit jasmani yang mengakibatkan keluarnya ruh dari tubuh (mati).

Setelah mati, hilanglah semua penyakit jasmani. Sedangkan penyakit bathin atau ruhani tidak terasa pedihnya selama ruh dikandung badan. Setelah ruh keluar dari kandungan badan, maka terasalah penyesalan berat (stress) yang amat perih menghimpit jiwanya, dalam bentuk seperti anggota-anggota badan.

Kolom Komentar