Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 149 X

Inabah

Sahabat prayers

Inaabah adalah kesadaran diri bahwa kita pasti akan kembali kepada Allah SWT (innalillahi wa inna ilaihi raji’un).
Aku, Anda, dia dan semua kita dibikin Allah, dihidupkan, diberi makanan, minuman, pakaian, oksigen, dikirim nabi dan lain-lain kebutuhan hidup. Kita sadar dan tahu diri kita lillah, milik Allah, hak Allah, kepunyaan Allah. Allah jabbaar, perkasa, berkuasa, kita lemah tidak berdaya, maka kita menyerah dan menerima serta ridho apa pun takdir-Nya. Dimatikan, disusahkan, bahkan diinjak, digempakan, diapakan saja rela. Karena, Dia Tuhanku, Dia berbuat semaunya, suka-suka Dia, aku menyerah, innalillahi wa inna ilaihi raji’un. 

Dengan kesadaran seperti itu, maka perasaan dan pikiran kita menyertakan mata, telinga, mulut, tangan, kaki dan semua diri kita ber-Islam. Kemudian membawa seluruh perangkat diri diangkut oleh pikiran dan perasaan yang sudah menyerah tunduk kepada Allah SWT menuju kembali kepada-Nya. 

Firman Allah SWT:
وَاَنِيْبُوْا اِلَى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهُ
“Dan kembalilah ke haribaan Allah Tuhan-mu dan menyerahlah (ber-Islam) kepada-Nya.” (QS. Az-Zumar: 54)

Bila perasaan anak-anak manusia merindukan ayah bunda, keluarga dan kampung halamannya, demikian juga ruh manusia, perasaannya amat merindukan tempat keasliannya, sangat mendambakan kasih Allah Tuhan-nya. Maka, sebelum ruh berpisah dengan baju dunia yaitu tubuh, terbangkanlah ruh Anda dari sekarang menuju Allah, berdekat-dekat dengan-Nya selalu. Bebaskan ruh dari penjara tubuh. Penjara kalimat, seperti tulisan Allah yang menjadi tabir penghalang. Tembus tulisan itu, lewati menembus kodrat Allah.
Mengingat perjalanan menuju kepada Allah SWT sangat luhur dan suci, maka sejak dini kita harus membersihkan diri sebelum menghadap kepada-Nya (mati). Pada saat manusia kembali kepada-Nya, Dia-lah yang menentukan nasib orang itu, berdasarkan apa isi pikiran dan perasaannya (hati-jiwa). Jadi bukan mazhab dan bukan pula pakaian, tetapi jiwa yang bebas penyakit. Maka dari itu, kita akan melakukan muhaasabah untuk mengetahui apakah jiwa kita ini bersih atau kotor?, berpenyakit atau sehat? Bila ingin memeriksa kesehatan tubuh, kita periksa darah, rontgen, itu penting untuk memelihara kesehatan tubuh kita di dunia, tentu lebih penting lagi kesehatan rohani atau jiwa yaitu pikiran dan perasaan yang akan hidup abadi di akhirat. Oleh karena itu, mari kita periksa jiwa kita sehingga bila terdapat sesuatu penyakit akan dapat kita ketahui. Kemudian kita sembuhkan dengan melakukan pantangan-pantangan, sehingga pada saat kita kembali kepada Allah SWT, kita wafat dalam kesucian, bebas penyakit rohani dan berhak menemui yang Maha suci, Allah SWT

Kolom Komentar