Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 202 X

Perjalanan

Sebaiknya kita mengetahui, saat ini sudah sampai di stasiun (maqom) apa? Bila sudah sampai di stasiun “ridho”, maka tidak ada lagi stasiun, sudah tiba di tempat tujuan roji’un pengembalian diri kepada Sang pemilik yang penyayang.

Dari berasal suci kembali suci, kembali menjadi baik.
Orang mencari kepuasan nafsu menzolimi diri sendiri dan tidak sayang pada dirinya sendiri. Mencari kepuasan nafsu tidak mendapatkan apa-apa, selain letih dan sengsara abadi di akhirat.

Artinya di dunia letih berusaha mencari kepuasan (sia-sia), di alam abadi (akhirat) menghuni  neraka yang panas. (Q.S. Al-Ghoosiyah ayat 3-4) Haus kekuasaan ini penyakit kyai dan pejabat, berlomba berebut massa, mencari kebanggaan dan kepuasan nafsu yang tidak jelas (semu).

Bangunlah saudaraku! Jangan lelap dalam ketidaksadaran. Bangun, buktikan anda baik, manusia berkwalitas (shaleh). Buktikan anda rendah hati, berkemanusiaan yang beradab dan taat kepada pemilik diri anda, Allah SWT.
Dengan demikian, anda akan mendapat ketenangan. Sebenarnya kita mempunyai kekuatan besar berupa energi, yaitu energi cinta, ialah energi cinta Allah. Tapi sayang, manusia lebih mencintai isi dunia daripada Allah.

Allah penyayang, Dia akan mengabulkan doa kita. Tetapi, karena sayang-Nya, Dia ganti permintaan kita yang berbahaya atau berefek samping yang merugikan kehidupan dunia atau akhirat dengan sesuatu yang bermanfaat untuk kita dan keluarga.

Apa yang akan diberikan dan kapan memberikannya, Dia-lah yang tahu semua itu. Yang sedang kita ni’mati sekarang merupakan hasil doa pada masa lalu. Bersyukurlah kepada Allah SWT. Jangan menunda sesuatu perbuatan yang baik, langsung kerjakan dan jangan dicicil.

Mau diberi kesenangan, kenapa tidak mau? Jangan terjebak oleh sifat dunia. Mencintai dunia berarti memasuki gerbang kehancuran. Aneh yang betah di dunia.

Kolom Komentar