Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 112 X

Merdeka Berfikir

Negara kita telah merdeka pada 17 Agustus 1945.
Kini, kita tetap terjajah oleh hawa nafsu kita, hawa nafsu kaum imperalis baru dan kolonialis baru, baik setan halus maupun setan manusia yang kasar.

Tiba saatnya kini kita memerdekakan diri kita masing-masing secara menyeluruh (kaffah). Salah satunya merdeka dalam berfikir

Merdeka berpikir
bebas mengeluarkan pendapat yang benar. Merdeka melakukan ibadah yang tidak merusak tatanan masyarakat, paguyuban yang suka bersatu dan berkumpul dalam kebersamaan.

Bebas berpikir tanpa intervensi iblis atau setan manusia maupun setan jin yang semua mereka itu ingin menjajah kita lewat bisikan yuwaswisu 
fii suduurin naas, sebagaimana yang disebutkan dalam surah An-Naas
Khonnaas berperan sebagai pendikte atau perekayasa atau pembisik. Dalam surah An-Naas dijelaskan bahwa setan khonnaas itu yuwas wisu fii suduurin naas, menebar isu kejahatan dan fitnah lewat sms atau pidato menebar kebencian, memutarbalikkan fakta lewat media elektronik maupun cetak, di barat maupun di timur, yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan, mempengaruhi pikiran dan perasaan manusia.

Menjebloskan yang tidak bersalah (fitnah) atau kesalahannya kecil dibesar-besarkan, menghasut, merekayasa kebohongan, menjatuhkan mental, mengkafirkan orang beriman dan lain-lain.

Oleh karena itu, Allah SWT menyarankan agar kita berlindung dalam benteng Allah sambil membaca surat An-Naas. Masuklah ke dalam benteng Allah seperti anak ayam masuk ke dalam sayap induknya.

Kolom Komentar