Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 712 X

Mengatasi Kepedihan Hati

 Stres dan depresi merupakan masalah yang menyangkut kehidupan, yang bila menimpa seseorang dapat mengganggu kehidupan sehari-harinya. Bahkan dapat juga mempengaruhi organ tubuh, seperti sakit perut dan lain-lain. Itu semua merupakan beban berat yang dirasakan seseorang yang sedang bermasalah.

Bagaimana kita mengatasinya?

 Allah SWT telah menurunkan Al quran sebagai petunjuk untuk manusia. Termasuk juga dalam mengatasi kepedihan hati. Ada beberapa ayat di dalam Al quran yang dapat membantu masalah tersebut. berikut ini ada 4 ayat yang dapat dijadikan rujukan dalam mengatasi urusan hati.

·          Surat Al-Hijr ayat 97-98:

“Dan Kami sungguh mengetahui kalau dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka katakan. Maka, bertasbihlah memuji Tuhanmu, dan jadilah orang yang bersujud menyerah kepada Allah.”

 

·          Surat Thooha ayat 130: 

“Maka sabarlah atas apapun yang mereka katakan, dan bertasbihlah denganmemuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan bertasbih pulalah di malam hari dan di siang hari, supaya kamu merasa puas.”

 

·          Surat Qoof ayat 39:

“Maka bersabarlah kalian atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlahsambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.”

·          Surat Al-Muzammil ayat 10:

“Dan bersabarlah terhadap apapun yang mereka katakan terhadap kalian dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.”

 

 Ayat-ayat suci di atas memberikan solusi (Jalan keluar) pada kita untuk menghilangkan stress, depresi, kecemasan, atau sakit hati. Melalui dengan membuat pernyataan kesucian Allah, yaitu “Subhanallah” serta dengan bersabar dan berserah diri sepenuhnya pada Allah SWT.

 Dengan mengakui kesucian Allah berulang-ulang (Ucapan subhanallah), maka akan meneteskan air kesucian dalam hati kita, sehingga membersihkan stress atau sakit hati. Cepat atau lambat akan berangsur-angsur lenyap, dan berganti dengan rasa kasih dan cinta.

 Terkhusus untuk ayat terakhir, bila penyakit hati datang disebabkan gangguan pihak lain yang secara terus menerus tanpa henti. Maka kita diperbolehkan untuk menjauhi orang maupun lingkungan pengganggu tersebut.

 

 

Kolom Komentar