Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 328 X

Mencintai, nabi cinta

Asalamualaikum, Sahabat prayers

Sebagai bentuk kecintaan kepada nabi Muhammad SAW, banyak ummat islam mengadakan maulid nabi. Karena Mencintai Rasul hukumnya wajib. “La yu’minu ahadukum hatta yakuuna-Allahu wa rasuulahu ahabbu ilaihi mimma siwaa humaa”. Artinya: “Belum sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada diri sendiri”.

Bagi orang tua (ayah dan ibu) karena cinta kepada anaknya, akan selalu membuat hari ulang tahun anaknya. Begitu pula ummat Islam yang mencintai Nabi SAW, membuat peringatan hari lahir Nabinya.

Urat nadi keimanan adalah cinta, iman kepada Allah adalah cinta kepada-Nya.

Perhatikanlah firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 165 berikut ini:

“ ... Wal ladziina aamanuu asyaddu hubban lillahi...”

Artinya: “...Dan orang yang beriman, sangat berat cintanya kepada Allah.”

Karena cinta itu pulalah, seorang muslim ruku’ sujud, bangun malam dan melakukan shalat malam, mendekat kepada yang dicintainya (Allah SWT), kemudian mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Begitu pula cinta kepada Nabi Muhammad SAW, ditunjukkan dengan banyak membaca shalawat, mencintai siapapun yang dicintai Nabinya, melakukan segala yang disukai Nabi, bersikap, berakhlak dan bermasyarakat sesuai yang diajarkan Nabi. Shalawat yang kita baca dalam setiap shalat merupakan hubungan cinta.

Kuncinya, dengan mencintai Nabi akan mendapat syafa’at. Dan antara pemberi dengan penerima syafa’at mesti ada hubungan cinta.

Semoga dengan kecintaan kita kepada Nabi menjadikan kita termasuk ummat Nabi yang akan mendapat syafa’atnya. Amin!

Kolom Komentar