Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 264 X

Merasa benar berbeda dengan kebenaran

Asalamualaikum sahabat prayers,

Semakin hari semakin canggih teknologi kita saat ini. Semua dibuat serba instant, bahkan informasi pun menjadi instant. Hal ini  menjadikan kita menjadi cepat untuk menggambil keputusan, cepat untuk menilai, dan cepat untuk meyakini tanpa mengetahui kebenaran nya.

Namun beda antara kebenaran dan merasa benar. Orang tetap bisa berdiri di atas kebohongan namun dia merasa benar. Namanya juga merasa benar, berarti ya kebenarannya cuma dibikin-bikin agar dirasa benar. Berbeda dengan kebenaran yang hakiki based on fakta.

Letak sebenarnya kebenaran itu ada di hati, kemudian menjalar keseluruh tubuh kita menjadi amal, dan tindakan yang benar.

Hanya hati saja yang bisa merasakan kebenaran, tidak hanya didengar atau dikatakan, tetapi dirasakan. Sebenarnya kita tidak membutuhkan kata-kata benar, tetapi yang kita butuhkan kebenaran itu sendiri dan dapat dirasakan dalam cita rasa dan fakta nyata, bukan pidato bukan baliho.

Setelah dirasakan Indra gerak raga mestinya cermin hati; Bila tidak sesuai dengan hati, itu munafik namanya.  Apa yang dimaksud munafik dalam hal ini ?

Sahabat prayers, sesungguhnya dalam hati kita tertanam nur allah, kita secara tidak sadar bisa membedakan yang mana yang benar yang mana yang salah melalui perasaan yang timbul dalam hati. Kita tahu bahwa sesuatu benar ketika kita merasa bahwa hal itu benar. Namun, terkadang kita cenderung untuk acuh dengan hal ini dan langsung meyakini secara instant tanpa menunggu intruksi dari hati , hal ini yang disebut dengan munafik.

Sahabat prayerss yuk kita latih sensitifitas rasa kita, hati kita, agar selaras dengan raga kita dengan beribadah dan berzikir, inshallah kita akan berada  ditengah keramaian surga

Kolom Komentar