Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 113 X

Riya2

Sahabat prayers

Riya’ itu menampilkan perbuatan shaleh dan sikap terpuji di hadapan orang dengan tujuan untuk mendapatkan jabatan agar dipilih, disenangi atau mendapatkan pujian dianggap orang shaleh atau dermawan, tanpa ada niat demi Allah swt. Bermotivasi agar dikagumi orang dan lain-lain yang tidak karena Allah.

Macam-Macam Riya’:
1). Riya’ Keyaqinan
Riya’ yang menyangkut keyaqinan merupakan riya’ yang paling parah dan akan mendapat sanksi hukum yang amat berat. Ini sifat orang munafiq yang menampakkan diri tidak sesuai dengan keyaqinan yang ada di dalam hatinya. Inilah yang disebut dalam Al-Qur’an orang munafiq yang tersekap dalam neraka abadi.

Jika ia meyaqini sama seperti yang ia tampakkan, maka ia tidak termasuk munafiq. Namun, sikap riya’ yang ia tampilkan akan meredupkan cahaya iman dalam hatinya. Lambat laun akan menjadi syirik tersembunyi. Tumpuannya kepada manusia, tidak lagi kepada Allah swt. Semoga tidak membuatnya keluar dari dunia tanpa iman, semoga kita terhindar dari hal yang demikian. Amin.
Iman tidak hanya ilmu, tetapi pekerjaan hati. Riya’ itu syirik; pelaku riya’ itu bisa munafiq atau musyrik, walaupun kesyirikan itu tersembunyi di dalam hati. Dan syirik itu dapat memadamkan cahaya iman, ketika dia lebih besar harap dan cemasnya kepada manusia bukan kepada Allah swt.


2). Riya’ Perbuatan
Menampilkan perbuatan terpuji, walaupun hal ini lebih ringan, namun perbuatan ini termasuk riya’ juga. Berkata guru sang imam: "Jika seorang mendaki menuju Allah swt dan dia melakukannya dengan hawa nafsu untuk mendapatkan kekuatan serta kekuasaan, maka pendakian kesucian ini menjadi batal."
Karena itu merupakan keangkuhan, egois, membanggakan diri, juga menghamba kepada nafsunya sendiri. 
Pengabdian kepada Allah swt dilakukan dengan kerendahan hati, bila pendakian kesucian disertai kesombongan. Maka hati itu penuh dengan tebar pesona, suka cari muka manusia, Menggantungkan suka pada mata manusia agar mengaguminya dan mengharap mulut manusia mengucapkan pujian untuknya.
Tindakan tersebut Tidak terkait dengan akhlaq ketuhanan Allah swt, akibatnya pada saat mata Anda terbelalak di alam barzakh nampak muka-muka manusia berbentuk Setan bukan bentuk manusia, Mustahil bahkan tidak mungkin ada nur Ilahiyah yang memancar dari dirinya.

Contoh Perbuatan Riya’
Menurut Sahabat dan menantu Nabi saw. Ada tiga ciri-ciri riya’ yaitu :
1). Rajin beribadah bila di hadapan orang. 
2). Malas beribadah jika sedang sendirian.
3). Senang di puji atas semua perbuatannya. 
Penting kita ketahui tanda-tanda terjangkit penyakit riya’, agar dapat di hindari sebelum membesar. Dia malas beribadah, kadang terpaksa bila sendirian, namun menjadi rajin dan nampak khusyu ketika di masjid bersama orang banyak atau di tempat umum lainnya.

Kolom Komentar