Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 86 X

Lupa darat

Sahabat prayers
Sadar nga sihh kalo kita, 
Manusia masa kini hidup dalam kegelapan yang membutakan mata hati. Semua menjadi bingung dan tuli, banyak sekali yang buta hati. Mereka terengah-engah keletihan mengejar duniawi. Letih bekerja keras menerobos pagar batas Ilaahi. Mereka tertawa-tawa bagai kuda tercekik tali. Mereka berpolitik demi gengsi dan materi, akhirnya sampai di api. Na’udzubillah.

Sungguh kasihan mereka yang lupa darat, berfoya-foya walaupun banyak yang melarat, sebelum sekarat mungkinkah akan bertaubat? Wahai insan maksiat, tak terdengarkah alunan adzan menyeru sholat? Tak rindukah bertemu dengan Penguasa yang penuh rahmat?

Wahai manusia, betapa sedih hati sang Rasul yang berseru: “Kembalilah ke jalan yang benar.” Betapa lesu ustadz-ustadz berseru di padang bisu.
Wahai insan! Tunduk, turut, sembah sujudlah kepada Tuhan yang benar-benar Tuhan, yang adanya tanpa dilahirkan dan tidak melahirkan. Tidak ada Tuhan-Tuhanan selain ALLAH SWT, karena Tuhan-Tuhanan itu sudah wafat duluan.

Allah SWT yang menghidupkan dan Allah pula yang menghentikan. Dan dihidupkan kembali di alam akhiran, negeri akhirat tanpa akhiran.
Wahai muslimin muslimat saudaraku! Mengapa iman kalian membisu? Mengapa lidah itu kaku? Mengapa akal pikiran beku? Mengapa amar ma’ruf menjadi buntu? Mengapa ceramah dan khotbah menjadi lucu? Bunga-bunga dakwah menjadi kayu, kuncup-kuncup nampak layu. Semua asal laku dan semua asal mendengar lagu, pilu menyekap kalbu karena risau melihat negeriku.

Kolom Komentar