Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 214 X

Musyawarah 2

Sekarang di dunia ini banyak muncul paham-paham kekerasan yang menimbulkan radikalisme. Salah seorang pemimpin dunia yang baru, yang katanya anti teroris, tapi kenyataannya dia besikap radikalis.
Hal tersebut terjadi karena kita kurang bersih dalam mensucikan hati dan fikiran

Dalam ayat suci (surat Aal Imron ayat 159) tersebut di atas terdapat empat kata kunci dalam mensucikan hati dan fikiran:
1)      Menganjurkan agar dalam melakukan apa saja dengan rahmat, artinya dengan cinta. Jangan melakukan atau berbuat apapun dengan didasari kebencian.

2)     
Maafkanlah mereka;
pemberian maaf adalah cinta; tanpa cinta tidak akan dapat memaafkan.
 
Cinta mengikis benci dan dendam; cinta melembutkan kekasaran, menyiram bara api kebencian, menghapus debu-debu kebencian dari hati sanubari hingga bersih, sedikitpun debu kebencian tak ada yang tinggal di hati lagi. Sehingga, hati itu menjadi penuh cinta. 

3)      Mintakan ampun untuk mereka.
Tergerak hati untuk memintakan ampun, inipun karena cinta. Marilah kita memohonkan ampun untuk diri kita, kedua orang tua, guru-guru kita, semua warga negara Indonesia yang masih hidup maupun yang telah wafat, terutama para pejuang kemerdekaan yang telah wafat, dan kepada semua bangsa manusia yang mau menerima kebenaran; diampuni semua, damai dunia, tenang manusia, semua senang karena cinta memenuhi ruang dunia.

Dengan cinta → polisi bisa beristirahat, pengadilan rehat, dan penjara tidak padat (bisa-bisa kosong).
Semua itu dapat dilakukan hanya dengan cinta. Beriman dengan cinta, membela negara dengan cinta, memberantas korupsi dan pungli dengan cinta, membangun dengan cinta, menciptakan teknologi juga dengan cinta.

Ketika kita mencintai kebaikan, pasti kita membenci keburukan. Benci ini jangan ditujukan kepada person perorangan atau golongan, tapi benci itu ditujukan pada perbuatan buruknya.

4)     
Perintah lagi untuk bermusyawarah.
Musyawarah harus dilakukan dengan cinta, ini penting. Dan dari musyawarah ini timbulnya cinta.

Musyawarah dan silaturrahim menimbulkan bibit cinta dalam hati manusia

Kolom Komentar