Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 453 X

Kisah Nabi dalam Peristiwa Isra Miraj

Assalamualaikum sahabat prayers !!! bagaimana kabar kalian? Sudah siapkah diri kalian menyambut bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi? Yap, karena sekarang kita sudah masuk nih kepada bulan sya’ban. Oh ya sahabat prayers Seminggu yang lalu tepatnya pada tanggal 27 Rajab, kita sebagai umat muslim pastinya memperingati suatu peristiwa yang amat besar yang dinamai peristiwa Isra Mi’raj. Pastinya sebagian besar diantara kita tahu banget nih garis besar peristiwa isra mi’raj ini. Tapi mungkin sedikit diantara kita yang tahu tentang hal-hal yang terjadi sebelum dan selama proses isra mi’rajnya nabi kita Muhammad SAW. Oleh karena itu, akan kami ceritakan secara singkat nih tentang peristiwa besar yang dialami oleh Rasulullah SAW.

Sahabat prayers, peristiwa ini (Isra Mi’raj) merupakan suatu kejadian yang luar biasa yang dialami oleh nabi kita Muhammad SAW. pada tahun ke-12nya berdakwah di Makkah (1 tahun sebelum Hijriyah). Dimana pada  tahun tersebut, Nabi kita Muhammad SAW. diundang oleh Allah SWT. menuju Sidrotul Muntaha.

Sebelumnya, perlu sahabat prayers ketahui bahwa salah satu alasan terjadinya peristiwa ini karena Allah SWT. berupaya untuk menghibur Nabi Muhammad SAW. yang pada saat itu, beliau telah ditinggal oleh dua orang yang dicintainya karena meninggal. Pertama yaitu pamannya yang bernama Abu Thalib, tak lama sekitar 3 bulan kemudian, istrinya meninggal dunia yang bernama Khadijah alQubra. Di tahun yang sama, Nabi ditinggal oleh dua penopang dakwahnya yang begitu setia kepadanya. Tahun ini dikenal dengan sebutan ‘Aamul huzn yang artinya tahun kesedihan.

Pada tahun ini, sepeningggalnya paman dan istri Nabi, Nabi Muhammad SAW. mulai mendapat gangguan yang luar biasa oleh kaum kafir Qurays yang sebelumnya tidak berani mereka lakukan karena menghormati sang paman (Abu Thalib). Pada saat itu, mendapatkan perlakuan yang keji, Nabi memutuskan untuk hijrah ke Thaif. Namun ternyata, di Thaif Nabi diperlakukan dengan hal yang sama sebagaimana kaum kafir Qurays di makkah, bahkan lebih jahat. Nabi ditimpuki oleh penduduk Thaif menggunakan batu, hingga berlumuran darah dikepalannya.

Melihat kesedihan Nabi tersebut, akhirnya Allah SWT. memutuskan untuk menghibur dirinya dengan di Isra-kan ke masjidil Aqsa yang kemudian di Mi’raj-kan menuju Sidhratul Muntaha. Bermula dari makkah, Nabi Muhammad SAW. bersama malaikat jibril berangkat menuju Masjidil Aqsa menggunakan Buroq* . Setelah sampai dimasjidil Aqsa, Palestine, Nabi Muhammad SAW. disambut oleh para nabi yang lain yang sudah menunggunya. Kemudian disana, Nabi Muhammad SAW di perintahkan oleh Allah SWT. melalui malaikat jibril untuk memimpin para Nabi yang lain untuk sholat berjamaah (menjadi imam). Selesai sholat berjamaah, selanjutnya Nabi Muhammad SAW. di Mi’raj-kan menuju Sidhratul Muntaha untuk menemui langsung Allah SWT. Di Sidhratul Muntaha, Allah SWT. berbincang-bincang dengan Nabi, yang kemudian Allah SWT hadiahkan Sholat 5 waktu dalam sehari kepada Nabi dan kita sebagai ummatnya, dimana sholat 5 waktu ini merupakan salah satu fasilitas yang Allah SWT. berikan kepada kita (umat muslim) untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.

Nahh, oleh karena itu sahabat prayers, perlu kita sadari bahwa sholat yang merupakan hadiah utama dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. bukan hanya sekedar kegiatan yang didasari oleh perintah, tetapi sholat merupakan suatu kebutuhan kita sebagai umat muslim untuk menjalin hubungan dengan tuhan kita Allah SWT. sebagai upaya mendapatkan rahmat dan karunianya di dunia maupun di akhirat. Yuk mari kita berbenah memperbaiki diri terutama dalam hal menyambut seruan Adzan untuk sholat, agar kita lebih semangat dalam mengerjakan sholat.

Kolom Komentar