Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 235 X

Surga dalam dada

Halo, sahabat prayers. 
Selamat menjalani aktifitas pada minggu ini, semoga kita selalu mendapatkan kebahagiaan raga maupun rasa. Berbicara tentang bahagia kebanyakan menduga bahagia adalah berikut:
Kebahagiaan itu bila berharta banyak.
Kebahagiaan itu bila dapat membelanjakan uang sekian puluh juta dalam satu hari.
Kebahagiaan itu berfoya-foya atau bermewah-mewah.
Tapi secara fakta, semua dari kita, kaya atau miskin, besar atau kecil, muda atau tua, pria atau wanita; semua kadang tertawa, kadang menangis, kadang senang, kadang susah, semuanya silih berganti.
Berarti, bahagia tidak berhubungan dengan materi dunia. Memang kita sangat membutuhkan harta, tetapi yang merasakan senang atau susah itu jiwa, sedangkan jiwa tidak mengenal harta.
Harta dapat menyenangkan nafsu, bukan jiwa, dan bersifat sementara. Makanan dan minuman enak, hanya terasa saat menyentuh lidah. Setelah itu, berlalu semua. Sedang rasa bahagia ialah pikiran dan perasaan tenang, tenteram, dan polos tanpa beban.
Harta dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan tubuh, namun bukan tujuan hidup. Bila harta menjadi tujuan, diri kita akan berubah menjadi abdi harta. Tidak lagi sebagai sarana yang kita manfaatkan, tetapi menjadi tumpuan yang kita kejar dengan mengorbankan segala yang ada pada kita, bahkan terkadang berkorban nyawa.
Sahabat prayers, yuk kita rubah cara berfikir kita. Kita semua menginginkan kebahagiaan, pada dasarnya kebahagiaan merupakan pikiran dan perasaan tenang, tentram, dan polos tanpa beban. Memang, harta bisa mendatangkan pikiran tersebut namun hanya bersifat sementara. Perasaan tersebut datang dengan sendirinya ketika kita beribadah kepada allah SWT dan mengikuti Assunnah

Kolom Komentar