Web Analytics
FLASH ARTIKEL
Dibaca 2017 X

Manusia Mempunyai Hak Pilih Ikhtiar atau Taqdir?

Ada seorang pencuri yang tertangkap polisi dan kemudian masuk penjara. Lalu ia protes pada Tuhan, “Ya Allah, anda tidak adil. Mengapa anda mentakdirkan saya masuk penjara.”

 Bila kita amati ayat-ayat suci Al-Qur’an dan hadits shahih, dapatlah kita pahami bahwa manusia diberi haq untuk memilih. Akan tetapi, Allah SWT menentukan yang baik bagi manusia. Berarti, manusia berada dalam posisi di antara keduanya. Mempunyai haq memilih, tetapi keputusan mutlaq tetap di tangan Allah SWT.

 Bila kita kembali pada contoh pencuri di atas. Jelas bahwa Allah SWT telah menetapkan yang baik dan buruk padanya. Namun si pencuri tersebutlah yang memilih untuk mencuri (buruk). Maka masuk penjara adalah sebuah takdir yang diberikan pada Allah SWT atas pilihannya sendiri. Wajib bersa’i (ikhtiar) yakni berusaha karena kita diberi haq memilih. Namunkeputusan tetap di tangan Allah. Dan kita wajib menerimanya dengan ikhlas.

 Mengenai rezeqi, Allah SWT sudah tentukan, tetapi kita mesti menjemputnya. Begitu juga hidayah, bantuan, dan kesembuhan, wajib kita berusaha menjemputnya.

 Kita simpulkan, bahwa kebahagiaan di dunia dan akhirat terbit dari perbuatan baik. Sedangkan derita, terbit dari kekurangan diri dari segala keadaan.

 Saudaraku, ketahuilah bahwa semua perbuatan Allah SWT dilakukan tanpa pamrih, karena Dia maha kaya, tidak membutuhkan apapun maupun siapapun. Sedangkan selain Allah, melakukan apapun mempunyai tujuan untuk mendapatkan faedah atau balas jasa.

 

 Untuk itulah kita harus pandai menggungakan hak pilih kita untuk memilih perbuatan-perbuatan yang mendapatkan faedah dari-Nya.

Kolom Komentar